Me and Spock

Awal Perjumpaan

Aku mengenalnya lewat sebuah gambar di layar kaca, di desaku, desa Ngunut, kecamatan... di kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tahun 1978 silam. Waktu itu aku masih bocah berumur 10 tahun, dari keluarga yang sederhana.

Di layar televisi 'hitam-putih' pada waktu itulah, aku berjuang untuk bertemu dengannya, kalau tidak salah di setiap malam Kamis, di TVRI - satu-satunya televisi yang ada waktu itu - dengan menontonnya di rumah tetanggaku, di desa Ngunut.

Biasanya, sepulang dari nonton televisi, aku berdiri di kegelapan malam, memandang ke angkasa, ke arah bintang-bintang di langit, dan berkata dalam hati "Aku yakin, di luar angkasa sana, pasti ada makhluk hidup selain manusia!"

Tentu, sebagai anak kecil (SD) waktu bermainkupun kuisi dengan bermain 'fantasi', dan aku sering memperagakan di depan teman-temanku tentang adegan-adegan fantasi : robot, perjalanan angkasa luar dst. Tentu, hal itu pasti dianggap 'aneh' bagi teman-teman waktu itu.

Aku dan 2 atau 3 temanku pernah mengagumi karakter Mr. Spock, yang kami nilai sangat hebat - selain karena dia alien - karena kelebihannya dibanding manusia umumnya. Misalnya kemampuannya mengendalikan pikiran orang lain lewat sentuhan tangannya, atau saat dia membuat musuhnya lemas tak berdaya karena pijatan 'sakti'nya.

Beberapa waktu berlalu, aku juga sering menemukan 'iklan kecil' di koran KOMPAS yang menampilkan acara televisi yang akan ditayangkan - semacam preview - bergambar Star Trek. Jangan heran, kalau akupun juga mulai belajar membuat 'klipping' gambar-gambar itu. Gambar kugunting dan kukumpulkan. Mungkin ini adalah awal dari koleksi 12500 gambar-gambar superhero yang kumiliki dan kulanjutkan hingga hari ini, di kertas klipping.


Sayang, gambar itu banyak yang hilang.

Ada beberapa gambar kecil yang kubeli dari penjual mainan anak-anak di pinggir jalan, bergambar pesawat Enterprise dan crew Star Trek di mesin Transporter, dari serial Star Trek Classic.

Akupun pernah menyewa sebuah komik Star Trek di penyewaan komik di desaku, yang sampulnya sangat keren, walau isinya komik biasa. Juga beberapa cerita tentang Star Trek sangat kugemari, walau aku tidak pernah membeli buku / cergam itu.

SMP-SMA

Selama masa ini, aku memulai koleksi gambar-gambar superhero dan fantasiku, di kertas - klipping. Tentu, materinya sangat terbatas, dari koran, dan sampul buku tulis yang ada. Mungkin karena serial Star Trek ini tidak laku - sebab penoton harus berpikir untuk mencerna dialog-dialog dan adegan-adeganya - maka aku tidak bertemu lagi dengan Mr. Spock dan teman-temannya.

Tentu aku juga kesulitan menemukan 'teman' yang bisa kuajak diskusi, share atau membicarakan para Star Trek crew. Mereka lebih enjoy dengan semua yang trend saat itu : video cassette, tv berwarna, 'break-dance' dsb.

Untung, ada beberapa film 'jiplakan' Star Wars yang sempat kutonton di gedung bioskop 'misbar' (gerimis bubar) di desaku, film-film murahan yang bertemakan petualangan luar angkasa : "WAR IN SPACE", "BARBARELLA", dsb.

Juga, film televisi seperti "BATTLESTAR GALACTICA" cukup menghiburku.

BEKERJA DI SURABAYA

Tahun 1986 aku harus memberanikan diri (nekad) pergi meninggalkan desa, meninggalkan mama tercinta dan 2 adik perempuanku, pergi mencari pekerjaan di Surabaya.

Tahun 1988 aku diajari temanku mengoperasikan komputer yang kami gunakan untuk mempresentasikan Pelajaran Alkitab di gereja kami, dengan mengundang tamu-tamu dari luar negeri. Itulah perkenalan pertamaku dengan komputer, hingga hari ini.

Tahun 1991 aku bekerja di sebuah perusahaan penjual Kitchen & Laundry Equipments, dan salah satu game yang kumainkan adalah STAR TREK, yang sangat sederhana.

Tahun 1999 aku bekerja di sebuah pabrik sepatu terkenal di Surabaya. Dan sebagai tenaga EDP / IT, aku juga berkenalan dengan dunia intenet. Di internet inilah aku berjumpa dengan Mr. Spock untuk kesekian kalinya, dan aku terus mengoleksi gambar-gambarnya secara digital (komputer). Gambar2 itu tidak kuhitung, berbeda dengan gambar kertas-ku yang selalu kuhitung jumlahnya.

Aku juga sempat mendownload STAR TREK Screen Saver, dan kutayangkan di komputerku, menjadi hiburan di saat bekerja dan lembur. Bahkan, aku meng-capture- gambar-gambar yang menampilkan perjalanan pesawat Enterprise di orbit planet-planet yang di laluinya.

KOLEKSIKU

Untuk memperlengkapi koleksiku, sebulan sekali (setelah gajian), aku menyempatkan diri hunting majalah-majalah bekas di tempat-tempat penjual barang loakan / majalah bekas. Di sana kutemukan banyak 'harta karun' terpendam, khusus bagiku untuk melengkapi koleksiku. Setiap bertemu gambar superhero atau film fantasi / fiksi ilmiah, majalah bekas itu kubeli. Waktu yang ada, akan kugunakan untuk memotong / menggunting / menyobek gambar2 yang kuperlukan, lalu sisa majalah kubuang. Aku sering menemukan majalah dari luar negeri, pernah juga sebuah majalah dari Thailand memuat film KING KONG 1977. Dan banyak lagi.

Selain gambar, aku juga menemukan sebuah buku Star Trek, Novel berbahasa Indonesia, yang dulu juga pernah kubaca sewaktu aku masih di desa.


Komik novel ini juga sering kubaca di dalam perjalananku ke tempat kerja, hingga hari ini. Di dalamnya, kembali kuberjumpa dengan Mr. Spock - walau dalam format hitam putih - seperti di layar televisi 'masa lalu'ku.

Sorry, karena aku orang yang suka 'blak-blakan', maka aku terpaksa sering pindah-pindah pekerjaan. Ini memang tidak baik, tapi aku harus berperang melawan ego dan idealismeku sendiri, setiap hari.











ERA INTERNET DAN GENERASI BARU

Internet benar-benar merubah pola hidup manusia. Apa yang dulu 'tidak mungkin', sekarang jadi 'mungkin', dan kelak 'tambah mungkin'. Setiap orang bisa mengkases data yang dibuat oleh orang lain di belahan bumi ini!

Lewat YOUTUBE, aku bisa mendownload ratusan clip tentang Star Trek. Lewat Facebook aku bisa menemukan teman-teman penggemar Star Trek. Lewat blog-blog yang ada, aku berjumpa dengan seluruh TREKKERS di dunia, hal yang tak pernah kubayangkan 20 tahun silam! Bahkan, aku juga bisa menulis di blog ini, tentang semua yang ada di hidupku, keluargaku, almarhum ke dua orang tuaku, dan sebagainya. Benar-benar sesuatu yang luar biasa menurutku!

Game-game di komputer (PC) atau console juga banyak menampilkan STAR TREK. Bahkan game kartu sekelas Magic The Gathering yang terkenal di dunia itu, juga ada yang bernuansakan STAR TREK. Sungguh, suatu hal yang sangat menggembirakan!

 Aku tahu dan sadar, kelak Youtube dan Facebookpun akan ditinggalkan orang, karena ada 'sesuatu yang baru'. Namun, kuyakin, Star Trek tak akan pernah ditinggalkan penggemarnya.

Dengan diluncurkannya film STAR TREK terbaru  (2009) jelas merupakan perjumpaanku dengan Mr. Spock yang 'baru' juga.

Masa depan, telah menunggu. Aku tetap mengkoleksi terus, dan tetap memandang bintang-bintang di angkasa di malam hari, dan berkata dalam hati "Suatu hari nanti, manusia benar-benar akan menjadi Star Trek'. Suatu hari nanti.

Tidak ada komentar: